Pengertian Tauhid

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pengertian tauhid dapat dipahami dari lafadznya. Kata “tauhid” merupakan bentuk mashdar dari “wahhada yuwahhidu” yang artinya menjadikan sesuatu hanya satu. Hal ini dapat terealisasikan kecuali dengan meniadakan (nafi) dan menetapkan (itsbat), yakni meniadakan hukum dari selain yang di esakan sekaligus menetapkan hukum semata-mata bagi yang diesakan. Sebagai contoh, dapat kami nyatakan, “Sesungguhnya tauhid (pengesaan) seorang tidak akan sempurna kecuali dia bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar selain Allah. Pernyatan ini berarti meniadakan sifat ketuhanan dari selain Allah dan menetapkan hanya pada Allah. Hal ini lantaran meniadakan saja berarti hanya sekedar mengabaikan sedangkan hanya menetapkan saja berarti tidak mencegah sesuatu yang lain ikut masuk ke dalam hukum”.

Jadi, jika engkau misalnya berkata, “Si fulan adalah orang yang berdiri”, berarti engkau menetapkan sifat berdiri kepadanya, tetapi engkau tidak menjadikannya sebagai orang satu-satunya, karena tidak menutup kemungkinan orang lain juga berdiri. Dan jika engkau mengatakan, “Tidak ada orang yang berdiri”, berarti engkau hanya sekedar meniadakan dan tidak menetapkan sifat berdiri kepada seorang pun. Akan tetapi, apabila anda mengucapkan,”Tidak ada orang yang berdiri kecuali Zaid atau tidak ada seorang pun yang berdiri kecuali si Fulan.” Dengan ucapan ini, berarti engkau menjadikan si Fulan sebagai satu-satunya orang yang berdiri ketika engkau meniadakan sifat berdiri pada lainnya. Inilah tauhid yang sesungguhnya, artinya tidak ada tauhid kecuali mengandung unsur meniadakan (nafi) dan menetapkan (itsbat).

Jika ada yang bertanya, “Ada berapa macam Tauqid secara global ?” Pada umumnya ada 3 macam tauhid sebagaimana disebutkan oleh ahli illmu yaitu tauhid ar-rububiyah, tauhid al-uluhiyah, tauhid al-asma wash-shifat. Mereka mengetahui macam-macam tauhid ini berdasarkan penyelidikan, penelitian, melihat ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist-hadist. Dan ternyata mereka menemukan bahwa tauhid tidak akan terlepas dari tiga macam ini, sehingga mereka membagi tauhid ini menjadi tiga macam.

 

Advertisements
%d bloggers like this: